Selasa, 28 Januari 2025

Detoks

 Ada dampak positif dan tidak positif dengan adanya sosial media. Ia akan menjadi bermanfaat bila kita mampu menggunakannya dengan bijak, tetapi sebaliknya bisa menjadi pedang yang bisa membunuh kita bila kita tak mampu mengendalikannya, dalam beberapa kasus bisa mengganggu kesehatan mental dan juga pemborosan waktu.

Untuk menjaga kesehatan mental dan juga memperbaiki manajemen waktu, sudah hampir dua tahun lebih, aku menchalenge diri sendiri untuk melakukan social media detoks.

Salah satu cara paling sederhananya adalah, lebih tegas sama diri sendiri dalam hal memanajemen waktu buka HP, sehari maksimal hanya boleh membuka 2x saja, bahkan pernah sama sekali dalam beberapa hari tidak membukanya. 

Efeknya lumayan bisa dirasakan, hidup jadi lebih nyaman, tenang dan rileks. Sungguh ketenangan itu terasa nikmat. Tidak harus selalu melihat notifikasi HP setiap saat, dan juga tidak merasa cemas karena sadar nggak sadar dengan melihat postingan-postingan orang lain yang nampak bagus-bagus, membuat diri auto membandingkan kehidupan diri  sendiri dengan orang lain.

Bismillah, yuks...kita usahakan untuk mengontrol diri sendiri, bukan kita yang dikontrol oleh sosmed. 


#tantangan30harimenulis
#sahabatbeciksurabaya
#detoks
#harike29

FOMO (Fear of Missing Out)

Ketika pertama kali mendengar kata FOMO, aku langsung browsing, apa sih FOMO itu? dan akhirnya kutemukan, FOMO atau Fear of Missing Out  menggambarkan rasa takut ketinggalan atau tidak mengikuti sesuatu yang dianggap penting, seperti tren, berita, atau aktivitas sosial.

Kupikir-pikir, rasa-rasanya aku pernah mengalami yang namanya FOMO. Apalagi didukung aku memang type orang yang selalu penasaran dengan hal baru. Tapi syukurnya masih bisa berfikir sehat karena nggak sampai merasa cemas berlebihan. Untuk mengatasi rasa takut ketinggalan (FOMO) tersebut, aku mencoba menerapkan yang namanya puasa social media, sesekali saja membuka sosmed ketika merasa benar-benar perlu. Hikmahnya itu membuat aku merasa lebih nyaman dan rileks 😊. 

Ini ceritaku, bagaimana ceritamu? share yuks


#tantangan30harimenulis
#sahabatbeciksurabaya
#FOMO
#harike28

Senin, 27 Januari 2025

Terlena

Banyak hal didunia ini yang membuat kita terlena
Terutama terhadap nikmat waktu dan juga sehat. 
Betapa banyak diantara kita yang menyia-nyiakan waktu lapang, 
sehingga sering menunda-nunda dan juga 
betapa banyaknya yang menyesal karena terlanjur sakit 
akibat dari kurang menjaga diri disaat sehat. 

Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw bersabda: “Ada dua nikmat di mana manusia banyak tertipu karenanya, yaitu nikmat kesehatan dan kesempatan.”(H.R.al-Bukhari).


#tantangan30harimenulis
#sahabatbecisurabaya
#terlena 
#harike27

Minggu, 26 Januari 2025

KEKASIH

Kutitipkan cinta ini hanya kepadaMu ya Rabb..

Jagalah hatiku dan hatinya tuk selalu berbahagia dalam suka cita. 

Jadikanlah iya sebaik-baik KEKASIH yang senantiasa bersama-sama didunia hingga kelak di surga. 


#tantangan30harimenulis
#sahabatbeciksurabaya
#kekasih
#harike26 

Sabtu, 25 Januari 2025

Merdeka

MERDEKA bagiku adalah suatu keadaan yang TERBEBAS dan TERLEPAS dari segala hal mengikat, bebas menentukan pilihan sesuai dengan keinginan hati nurani, dan puncak dari merdeka adalah apabila engkau sudah TIDAK MENGGANTUNGKAN DIRI lagi kepada siapapun kecuali kepada Allah Subhanahuwata'ala.



#tantangan30harimenulis
#sahabatbeciksurabaya
#merdeka
#harike25

Jumat, 24 Januari 2025

Pelangi

Dalam kehidupan selalu ada lika dan likunya. Namun yakinlah akan selalu ada harapan untuk bertemu dengan jalan yang lurus. Sebagaimana panasnya siang yang tiba-tiba turun hujan, tercipta pelangi yang warnanya sungguh menawan hati. 


#tantangan30harimenulis
#sahabatbeciksurabaya
#pelangi
#harike24

Kamis, 23 Januari 2025

Kelana

#kelana
 

Bismillah

Selagi muda merantau dan berKELANAlah untuk memperbanyak ilmu dan amal. Karena waktu tak pernah kembali. Habiskan jatah kegagalan, dengan harapan saat tua yang tersisa adalah pengalaman yang mendewasakan juga kebijaksanaan, syukur-syukur bisa sukses atas seizinNya.


#tantangan30harimenulis
#sahabatbeciksurabaya
#kelana
#harike23

Rabu, 22 Januari 2025

Totalitas

Sebaik-baik hari adalah hari ini. Oleh sebab itu apapun peran kita saat ini, mari kita syukuri, nikmati dan jalankan dengan penuh keikhlasan dan upayakan untuk totalitas. 

Karena kita tak pernah tau apakah esok hari kita masih bernafas seperti saat ini. 

"Dunia ini hanya memiliki tiga hari: Hari kemarin, ia telah pergi bersama dengan semua yang menyertainya. Hari esok, kamu mungkin tak akan pernah menemuinya. Hari ini, itulah yang kamu miliki, maka beramallah di hari ini."

[Hasan al Bashri]


#tantangan30harimenulis
#sahabatbeciksurabaya
#totalitas
#harike22

Selasa, 21 Januari 2025

Pengakuan

Sebagai manusia membutuhkan pengakuan yaitu, rasa ingin diakui keberadaannya oleh orang lain, dan hal tersebut sangat wajar bahkan juga termasuk fitrah bawaan dari sejak lahir.

Mari kita perhatikan, ketika bayi lahir ia menangis. Saat menangis itulah ia ingin memberitahukan kepada kita yang disekelilingnya, bahwa ia kini telah hadir bersama kita. Ia menunjukkan ingin diakui kehadirannya.

Ketika beranjak besar pun demikian, mereka butuh pengakuan dari sekelilingnya dengan menunjukkan perilaku yang ingin diperhatikan.

Hendaknya kita sebagai ornag tua kita peka untuk memberikan perhatian supaya mereka merasa diakui keberadaannya hingga tak perlu lagi mencari pengakuan diluar sana.

Dan yang tak kalah penting, hendaknya kita didik generasi kita untuk berakhlak yang baik dan tidak menyimpang dari ajaranNya, kita tanamkan bahwa sebaik-baik pengakuan adalah pengakuan dariNya yaitu Allah Ta'ala.


#tantangan30harimenulis
#sahabatbeciksurabaya
#pengakuan
#harike21

Minggu, 19 Januari 2025

Damai

 

Damai itu ada didalam hati.

Damai itu ketika kita mampu melepaskan diri dari pikiran negatif, emosi yang merusak, dan hubungan yang tidak sehat.

Juga damai identik dengan tenang dan terlepas dari gejolak kegelisahan diri alias tentram,

Jadi, bagaimana agar hati senantiasa tenang, tentram dan damai ?

Ingat dan datangilah Allah!

Islam mengajarkan pada umatnya untuk selalu melibatkan Allah dalam segala hal. Menjaga keterikatan dengan Allah (Iman) akan menghadirkan kedamaian dalam hati walaupun terjadi ujian dan cobaan dalam kehidupan. Senantiasa bersyukur dan bersabar dalam segala kondisi. Perbesar rasa syukurmu, karena dengan bersyukur maka kamu akan mampu bersabar. Bila selama ini masih banyak mengeluh dan belum bisa sabar, mungkin hal itu dikarenakan kurang bersyukur.

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." Surah Ar-Ra'd (13:28).

Dan Allah memberikan petunjuk bagi orang-orang yang hatinya tentram dengan tauhidullah dan mengingatNya, sehingga menjadi tenang dengannya. Ingatlah dengan ketaatan kepada Allah dan mengingatNya serta dengan pahala dariNya, hati menjadi tenang dan damai.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

 

#tantangan30harimenulis
#sahabatbeciksurabaya
#damai
#harike19

Detoks

 Ada dampak positif dan tidak positif dengan adanya sosial media. Ia akan menjadi bermanfaat bila kita mampu menggunakannya dengan bijak, te...